Laptop gaming memang identik dengan kata “mahal”. Tapi, kalau kamu punya budget yang terbatas dan tetap ingin merasakan laptop gaming yang worth it, coba deh lirik salah satu dari 4 laptop gaming 10 jutaan dari ASUS ini. Meski memang terlihat murah, jelas ini bukan laptop gaming 10 jutaan yang murahan. Penasaran apa saja yang ada di dalam list ini? Yuk, langsung baca artikelnya sampai tuntas!
Laptop Gaming 10 Jutaan dari ASUS
Kalau ngomongin laptop gaming 10 jutaan dari ASUS, saya selalu saranin bukan cuma “GPU-nya apa”. Kamu bisa pertimbangkan hal lain, kayak refresh rate layar, kualitas panel, konfigurasi RAM (single/dual channel), port buat setup periferal, sampai daya adaptor dan kapasitas baterai. Di rentang laptop gaming 10 jutaan, beda 1–3 juta bisa ngubah kelas experience. Jadi, mari kita cek kira-kira laptop gaming 10 jutaan dari ASUS ini ada apa saja, ya?
ASUS Gaming K16 (K3605)

ASUS Gaming K16 (K3605) ini bisa dibilang laptop gaming 10 jutaan dari ASUS yang paling murah. Harga banderolnya mulai dari Rp 9.399.000, dan speknya punya dua varian utama yang menarik yaituprosesor Intel Core i7-13620H atau i5-12500H/i5-13420H, plus GPU diskrit NVIDIA GeForce RTX 3050 4GB atau RTX 2050 4GB (tergantung varian).
Yang paling saya suka dari K16 adalah format layarnya 16 inci WUXGA (1920×1200) dengan rasio 16:10. Buat gamer, 16:10 itu bikin area kerja lebih lega buat multitasking (Discord, overlay, guide, OBS) dan buat beberapa game juga UI terasa lebih nyaman. Di varian yang 144Hz, kamu dapat feeling aim dan tracking yang lebih smooth untuk game esports. Namun, ada juga varian yang refresh rate-nya 60Hz, yang mungkin kurang nyaman untuk main game kompetitif.
Soal performa, kombinasi H-series Intel + RTX 3050 4GB itu cukup buat main banyak game di 1080p/1200p dengan setting menengah, apalagi untuk esports biasanya aman di FPS tinggi. Tetapi VRAM 4GB di RTX 3050/2050 itu jadi batas minimal untuk game AAA modern kalau kamu maksa tekstur tinggi. Jadi K16 ini cocoknya untuk kamu yang main esports (valorant/cs2/dota/jenisnya) atau AAA tapi realistis di setting.
Satu hal yang penting di kelas laptop gaming 10 jutaan ini, yaitu RAM bawaan 8GB. Di K16, tertulis 8GB DDR4 onboard dan ada slot SO-DIMM untuk tambah RAM. Ini penting, karena kalau kamu main game kompetitif sambil Discord, browser, dan anti-cheat, kapasitas 8GB itu cepat penuh. Saya paling saranin minimal upgrade jadi 16GB dual-channel (tambah satu keping RAM) supaya 1% low lebih stabil dan stutter berkurang.
Buat konektivitas, K16 sudah lumayan lengkap: ada HDMI 2.1 TMDS, USB-A, USB-C dengan power delivery, SD card reader, dan audio jack. Bobotnya juga 1,8 kg, cukup “portable gamer” buat kelas 16 inci.
ASUS Gaming V16 (V3607)

ASUS Gaming V16 (V3607) lebih menarik dari K16 tapi memang harganya agak lebih tinggi. Harga mulai Rp 13.299.000 dengan pilihan GPU mulai dari RTX 3050 6GB sampai RTX 4050 6GB, bahkan ada varian yang tertulis RTX 5050 8GB GDDR7 dan RTX 5060 8GB GDDR7.
Buat gamer yang ingin laptop gaming 10 jutaan, loncatan dari RTX 3050 ke RTX 4050 itu terasa banget bedanya, bukan cuma FPS rata-rata, tapi juga kualitas frame pacing dan kemampuan main di setting lebih tinggi dengan lebih “santai”. VRAM 6GB juga lebih lega dibanding 4GB, apalagi kalau kamu main game yang doyan VRAM atau kamu suka pasang texture pack.
Yang bikin V16 makin “pas” untuk gamer kompetitif adalah layarnya 16 inci WUXGA 144Hz dengan rasio 16:10, brightness 300 nits, anti-glare. Secara spesifikasi warna tertulis 45% NTSC (ini standar panel gaming budget), jadi untuk creator pro mungkin bukan pilihan layar yang tepat karena memang bukan layar yang paling akurat, tapi untuk main game dan latihan aim, ini sudah fungsional dan enak dipakai lama. Webcam-nya 1080p FHD + privacy shutter juga bagus buat kamu yang suka scrim, call tim, atau sesekali streaming.
RAM bawaan di V16 juga lebih siap lega dibanding K16, yaitu 16GB DDR5-5600 dan ada 2 slot SO-DIMM. Buat saya pribadi, di rentang laptop gaming 10 jutaan, RAM 16GB itu salah satu syarat biar kamu nggak “ketahan” oleh bottleneck basic. Di sisi storage, ada kapasitas 512GB NVMe PCIe 4.0 juga standar, tapi kalau library game kamu besar, kamu mungkin tetap butuh upgrade SSD atau rajin manajemen storage.
Nah, kalau port-nya ada HDMI 2.1 FRL, USB-C yang support display/power delivery, dan USB-A. Dan, jangan khawatir laptopnya berat, karena laptop gaming 10 jutaan ini punya bobot 1,95 kg masih aman buat dibawa, dan baterai 63Wh biasanya lebih “waras” untuk kerja ringan dibanding laptop gaming yang baterainya kecil. Tapi, kalau main game ya kamu wajib colok adaptor biar performa maksimal.
2021 ASUS TUF Gaming A15

Sekarang kita masuk ke seri laptop ASUS yang beneran buat ngegame, yaitu TUF, tepatnya 2021 ASUS TUF Gaming A15. Ini menarik buat kamu yang cari laptop gaming 10 jutaan dengan karakter “tahan banting” dan performa yang relatif konsisten untuk sesi panjang. Harga mulai Rp 12.499.000, dan speknya cukup menarik dengan pilihan prosesornya mulai Ryzen 5 7535HS sampai Ryzen 7 7435HS/7445HS, dipasangkan dengan RTX 2050 4GB atau RTX 3050 4GB dengan TGP yang disebut sampai 60W (dan bisa naik dengan Dynamic Boost sesuai varian).
Yang saya perhatikan dari A15 itu bukan cuma “angka CPU/GPU”, tapi ekosistemnya yang mendukung pemakaian harian karena ada RJ45 LAN port (ini penting banget buat ping stabil di scrim), ada banyak USB-A, ada USB-C yang support DisplayPort, dan desainnya memang orientasinya gaming.
Untuk layarnya 15,6 inci FHD 144Hz dengan Adaptive-Sync. Ini enak buat game kompetitif karena tear berkurang dan gerakan terasa lebih konsisten. Tapi. gamut warna yang tertulis (sekitar 62,5% sRGB) itu menandakan panelnya lebih fokus performa daripada akurasi warna. Buat main game jelas oke, tapi kalau kamu juga edit foto/video serius, ya kamu harus realistis.
Keunggulan yang sering jadi alasan orang memilih A15 di rentang laptop gaming 10 jutaan adalah potensi upgrade. Laptop ini ada 2 slot RAM dan 2 slot M.2 SSD. Buat saya, ini bagus karena kamu bisa mulai dari 16GB/512GB lalu upgrade SSD kedua buat game library tanpa ngorbanin drive utama.
Meski dari spek memang menarik, tapi laptopnya memang agak berat. Bobotnya sekitar 2,3 kg, jadi ini lebih “laptop gaming beneran” dibanding “gaming tapi tipis”. Baterainya 48Wh, jadi jangan berharap jadi ultrabook; tapi sekali lagi, laptop gaming 10 jutaan pada umumnya memang dipakai colok adaptor kalau mau performa maksimal.
ASUS TUF Gaming F16 (2024)

Oke daftar terakhir ada ASUS TUF Gaming F16 (2024). Harganya mulai Rp 14.299.000. Di varian tertentu, dia sudah bawa RTX 4050 6GB dengan TGP tinggi 140W dengan Dynamic Boost, dan layar 16 inci FHD+ 16:10 dengan 165Hz, response time 3ms, sRGB 100%, plus fitur yang jarang kamu dapat di kelas laptop gaming 10 jutaan: G-Sync, MUX Switch, dan NVIDIA Advanced Optimus.
Nah, fitur MUX dan Advanced Optimus itu ngaruh ke performa dan latency karena bisa meminimalkan bottleneck jalur grafis ketika kamu pengin performa maksimal. G-Sync juga bantu pengalaman main lebih mulus (terutama kalau FPS kamu fluktuatif), dan 165Hz + 3ms itu paket yang enak banget buat game kompetitif. Ditambah lagi sRGB 100% bikin visual lebih enak dan “bersih” dibanding panel gaming budget yang warnanya cenderung pudar. I
Soal CPU, laptop ini pakai Intel Core 5 210H (8 core, 12 thread). Buat gaming modern, CPU ini cukup kuat untuk nge-drive RTX 4050, apalagi kalau kamu main di resolusi 1080p/1200p dan target FPS tinggi. RAM bawaannya ada varian 16GB DDR5-5600 dan dukung dual-channel, serta ada konfigurasi lain yang 8GB DDR4 x2. Yang penting kamu tetap punya ruang upgrade sampai 64GB di beberapa konfigurasi.
Port juga lebih lengkap ada HDMI 2.1 FRL, USB-C Gen 2 yang support DisplayPort/power delivery (dan di varian RTX 4050 tertulis support G-SYNC lewat USB-C), bahkan ada Thunderbolt 4 di salah satu konfigurasi. Ada juga RJ45 LAN port, ini nilai plus buat gamer yang mementingkan stabilitas koneksi.
Intinya, memilih laptop gaming 10 jutaan itu bukan soal “mana yang paling kenceng”, tapi soal mana yang paling cocok sama gaya main kamu, entah itu kompetitif butuh layar high refresh yang bener, main AAA butuh GPU dan VRAM yang lebih lega, dan pemakaian jangka panjang butuh jalur upgrade RAM/SSD yang nyaman. Dari empat opsi ini, kira-kira mana yang paling kamu suka?













