Memang perlu diakui bahwa kata “murah” itu relatif. Tapi, untuk mendapatkan laptop gaming murah itu sebenarnya tidak sulit. Kamu mungkin lagi cari laptop gaming murah yang pas, ingin tetap dapat value-nya tapi harganya nggak bikin dompet meringis. Nah, di sini saya akan bahas 3 laptop gaming murah dari ASUS yang menurut saya worth to price karena enak dipakai main, masuk akal buat upgrade, dan yang paling penting, speknya jelas arahnya.
Dan ada satu hal yang bikin penasaran, di rentang belasan juta ini, beberapa seri sudah ngasih fitur yang biasanya dulu hanya ada di laptop premium, kayak layar 144Hz/165Hz, SSD NVMe PCIe 4.0, sampai opsi GPU yang udah siap buat game AAA. Jadi jangan kaget kalau definisi laptop gaming murah versi gamer itu beda dari definisi “laptop murah” versi orang kantoran.
Laptop Gaming Murah dari ASUS
Kalau kamu lagi cari laptop gaming murah, saya biasanya saranin mulai dari satu hal, yaitu tentuin kamu gamer tipe apa. Kamu lebih sering main game kompetitif yang butuh FPS stabil dan respons cepat? Atau kamu lebih sering main game AAA dan butuh GPU yang kuat plus VRAM lega?
ASUS itu menarik karena mereka punya laptop gaming yang variatif, ada yang fokus durability dan value, ada yang fokus desain mainstream, dan ada juga jalur yang premium seperti ASUS ROG buat yang ingin fitur kompetitif lebih agresif. Jadi kalau cari laptop gaming murah dari ASUS, langsung aja pilih salah satu dari 3 pilihan berikut ini:
ASUS TUF Gaming F16 (2025)

Kalau kamu tipe gamer yang sekalian beli agak mahal tapi tahan lama beberapa tahun maka TUF Gaming F16 (2025) ini salah satu kandidat laptop gaming murah yang cocok untuk kelas performa yang ditawarkan. Harga mulai dari Rp 17.999.000, dan dari situ kamu udah masuk ke platform 16 inci 16:10 yang lebih enak buat multitasking, streaming, atau sekadar buka map/guide sambil main.
Yang bikin saya ngelihat F16 ini sebagai salah satu laptop gaming murah adalah opsi CPU dan GPU-nya. Ada konfigurasi dengan Intel Core i7-14650HX (16 core, 24 thread, boost sampai 5.2GHz) dimana untuk gamer kompetitif itu penting banget buat jaga frame time stabil. Frame rate tinggi itu bagus, tapi yang bikin aim kamu “kerasa enak” adalah kestabilan frame time. Lalu, ada CPU kelas HX biasanya punya tenaga yang lebih sustain buat main game dengan durasi panjang entah untuk main berjam-jam atau sekalian rekam gameplay.
Di sisi grafis, ada opsi NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU 115W (8GB GDDR7) dan juga opsi RTX 5060/5050 Laptop GPU 115W (juga 8GB GDDR7 untuk seri tertentu). Buat gamer jelas ini penting karena ngaruh ke performa real di game, bukan cuma nama GPU-nya aja. Banyak orang kejebak “nama GPU bagus” tapi TGP kecil, ujungnya performanya nggak segarang yang dibayangin. Di sini, TUF F16 kelihatan jelas diarahkan buat performa.
Layarnya juga nggak main-main untuk ukuran laptop gaming murah: ada opsi 16 inci 2.5K (2560×1600) 165Hz, G-Sync, plus MUX Switch dan NVIDIA Advanced Optimus. Ini kombinasi yang saya suka, karena:
- Refresh rate tinggi bikin pergerakan lebih halus dan input terasa lebih responsif.
- G-Sync bantu ngurangin tearing/stutter, jadi aiming lebih “bersih”.
- MUX Switch itu kunci kalau kamu mau performa maksimal karena bisa bypass iGPU ketika pakai dGPU.
ASUS Gaming V16 (V3607)

Sekarang kita masuk ke pilihan laptop gaming murah yang lebih “masuk akal” buat banyak orang kalau ngomongin laptop gaming murah, yaitu ASUS Gaming V16 (V3607). Harga mulai dari Rp 12.999.000, dan di laptop gaming murah ini ngasih format 16 inci 16:10 dengan 144Hz. Buat gamer kompetitif, 144Hz itu udah jadi baseline yang nyaman. Ingat ya, nggak harus selalu 240Hz kalau budget kamu terbatas, tapi 144Hz itu udah cukup kok.
Yang saya suka dari V16 ini adalah dia pilihan best price untuk gamer karena spek cukup, desain nggak berlebihan, bobot masih 1.95 kg (cukup portable buat kelas 16 inci), dan port juga masih aman buat kebutuhan harian.
Soal dapur pacu, ada opsi Intel Core 7 240H atau Intel Core 5 210H. Ini prosesor yang fokusnya balance karena dia cukup kenceng buat gaming + multitasking, tapi biasanya lebih ramah untuk pemakaian harian dibanding seri HX yang lebih “brutal” untuk main game. Kalau kamu main game kompetitif sambil Discord, OBS ringan, atau streaming casual, ini bisa cukup banget tergantung GPU yang kamu pilih. GPU-nya bisa dipilih dengan konfigurasi:
- RTX 4050 Laptop GPU 6GB
- RTX 3050 Laptop GPU 6GB
- RTX 5050 Laptop GPU 8GB GDDR7
- RTX 5060 Laptop GPU 8GB GDDR7
Ini artinya V16 bisa jadi laptop gaming murah yang kamu tailor sesuai game yang kamu mainin. Kalau kamu main e-sports title dan pengin hemat, varian V16 yang lebih rendah masih bisa jalan. Tapi kalau kamu pengin siap buat game yang makin berat dan butuh VRAM lebih lega, varian 8GB itu terasa lebih future-friendly.
Nah, sekarang bagian layar, ada 16 inci WUXGA (1920×1200) 144Hz, brightness 300 nits, color gamut 45% NTSC. Nah, ini untuk main game, sudah oke. Tapi untuk kamu yang juga ngedit (misal kerja kreatif yang butuh akurasi tinggi), ini bukan layar terbaik, ya. Jadi jangan salah ekspektasi karena V16 ini dibuat buat main, bukan buat color grading profesional.
2021 ASUS TUF Gaming A15

Sekarang kita bahas laptop gaming murah yang memang paling laris. 2021 ASUS TUF Gaming A15 ini harganya mulai dari Rp 12.199.000. Buat saya, ini salah satu definisi laptop gaming murah yang paling “membumi” karena lini TUF identik dengan durabilitas dan spek yang fokus ke fungsi.
CPU-nya variatif, ada Ryzen 5 7535HS (6 core/12 thread) sampai Ryzen 7 7435HS/7445HS (varian 6–8 core/12–16 thread tergantung model). Buat gaming, Ryzen HS ini biasanya lebih enak karena efisien dan performanya stabil untuk kelas midrange.
Sedangkan GPU yang tersedia ada RTX 3050 Laptop GPU (4GB) dan ada juga RTX 2050 Laptop GPU (4GB) di salah satu konfigurasi. Tapi memang perlu diakui bahwa 4GB VRAM itu mulai kerasa batasnya untuk game AAA modern di setting tinggi, terutama kalau kamu main di resolusi tinggi atau texture pack berat. Tapi untuk e-sports, game kompetitif, dan AAA di setting medium dengan optimasi yang bener, ini masih oke apalagi kalau target kamu bukan “ultra semua”, tapi “main lancar dan responsif”.
Kalau daari sisi layarnya ada layar 15.6 inci FHD 144Hz. Ini masih jadi paket yang valid buat gamer, karena 144Hz di resolusi 1080p itu gampang dicapai GPU kelas menengah dibanding maksa 1440p. Jadi untuk kompetitif, 1080p 144Hz sering malah jadi kombinasi terbaik kalau kamu mau FPS tinggi dan latency rendah.
Kalau saya rangkum, tiga laptop gaming murah dari ASUS ini punya karakter masing-masing. Sekarang tinggal kamu pilih saja mau beli yang mana, atau mungkin ada rekomendasi lain?













