Kenyataan Pahit Gamer Yang Harus Diterima Sepanjang Hidupnya

Melihat sosok-sosok pro gamer yang kini sudah sukses membangun tim nya dan memenangkan berbagai penghargaan tentu menginspirasi kita sebagai newbie untuk bisa seperti mereka. Kenyataan pahit gamer memang kadang justru berawal dari sana.

Namun kita tak pernah tahu ada banyak perjuangan yang telah mereka lalui. Kita hanya melihat kisah di depan layar yang mana proses gamer-gamer tersebut di balik layar tak pernah terekam dengan baik. 

Buat Anda yang mungkin satu dari jutaan orang di luar sana dan bermimpi menjadi seorang profesional gamer. Harus paham bahwa ada kenyataan pahit yang harus diterima oleh gamer sepanjang hidupnya.

Kira-kira apa saja kenyataan pahit yang harus diterima oleh gamer sepanjang hidupnya ? simak penjelasan artikel berikut ini :

Kenyataan Bahwa Peran Kita di Dunia Maya Tak Seindah Di Dunia Nyata

Menjadi para pemain video game yang mana setiap hari berkutat dengan alur cerita game mulai dari ambil bagian dalam posisi-posisi kecil hingga kita berperan sebagai posisi besar dan mengambil peran-peran pahlawan dalam permainan terkadang membutakan mata.

Kita merasa sebagai orang yang hebat karena telah mengalahkan musuh, berkecimpung dalam strategi game yang bagus sampai mampu menguasai skill-skill gaming tertentu.

Terlepas dari aksi heroik tersebut kita hanyalah manusia biasa di dunia nyata yang sulit dan tak bisa menjadi apa yang ada di dalam game. Game hanya sebatas hiburan ilusi kita bawa untuk menghibur hari-hari yang biasa saja.

Sehingga peran kita di dunia game sering membuat kita jatuh hati ketimbang dunia nyata. Rasa candu pun menyengat dan kita berusaha untuk selalu bisa berkutat dengan game dibanding dengan hal lain.

Waktu Bermain Game Bisa diPakai Untuk Skill Yang Lebih Bermanfaat

Sadarkah Anda sudah berapa ratus jam waktu yang dihabiskan hanya untuk menghadap sebuah laptop, PC atau Android. Waktu-waktu tersebut terasa sangat tak berharga selama ini kita habiskan dengan bermain game semata-mata.

Bahkan mungkin kita telah mengeluarkan ribuan jam hanya untuk bermain game. Bayangkan jika hal tersebut kita alihkan dalam belajar skill lain mungkin kita sudah menjadi seorang ahli.

Lagi-lagi kita harus menelan pil pahit tersebut. Coba renungkan ketika kita memainkan 7000 jam untuk game DOTA 2 yang terjadi benar-benar tak ada skill yang akan meningkat atau malah menurun.

Tapi bandingkan jika kita menghabiskan waktu tersebut untuk belajar bahasa Inggris atau untuk kelas coding. Mungkin kita sudah dapat menghasilkan skill baru dalam 7000 jam tersebut.

Perubahan Keputusan Developer Gaming Tak Akan Mempengaruhi Hidup Kita

Kenyataan pahit gamer yang harus diterima sepanjang hidupnya adalah sadar bahwa game tidak benar-benar mampu merubah hidup kita. Pernahkah kita memaki-maki para developer karena alasan ada yang berubah dari game yang kita mainkan.

Entah itu mengubah karakter game ataupun memotong  shortcut video game sehingga membuat kita marah bukan kepalang dengan keputusan mereka. Sadar atau tidak kita tidak punya kekuasaan berarti atas hak mengatur game tersebut dimainkan.

Serta hidup kita tetap saja tak akan berpengaruh apapun dari makian, hinaan serta kata kasar yang kita lontarkan.

Waktu Gaming Menurun Akibat Usia Semakin Tua

Pernah tidak menyadari bahwa aktivitas game terus berkurang seiring bertambahnya usia. Kita setidaknya harus menyadari bahwa semakin bertambah umur semakin banyak tanggung jawab yang datang di dunia nyata.

Umur yang semakin  bertambah dan tanggung jawab lain yang semakin besar akan menurunkan waktu bermain game mu. Sadar atau tidak kita akan lebih memilih hal-hal yang lebih penting seperti bekerja, mengurus rumah tangga ketimbang hanya bermain game.

Banyak Menghabiskan Waktu Bermain Game Tak Menjamin Kamu Menjadi Pro Gamer

Melihat mewahnya dan keren-kerennya tim gamer yang mampu memenangkan kejuaraan e-sport. Seolah membuat kita ikut berhalusinasi dan berteriak dalam hati bahwa ingin menjadi pro gamer.

Tapi membangun sebuah tim yang handal tak semudah membalik kan telapak tangan. Dunia game adalah dunia yang tak pasti, di mana jika ada 5 pro gamer yang yang berhasil membentuk tim di antara 5 juta gamer.

Maka hanya ada 4 juta 9 ratus ribu lebih gamer yang hanya menghabiskan waktu game untuk bersenang-senang belaka.

Menjadi Youtuber Gaming Membutuhkan Keberuntungan

Lalu Anda lantas berpikir untuk membuat konten youtube yang mana mempertontonkan Anda yang sedang bermain game. Lihatlah kita hanya sedang bersaing dengan jutaan orang yang punya mimpi yang sama di luar sana. 

Anda harus punya keberuntungan untuk bisa berhasil jika tidak nama Anda hanya akan seperti biasanya. Seorang yang bukan siapa-siapa.

Penutup

Sekarang sudah paham kan bahwa ada banyak kenyataan pahit gamer yang harus diterima sepanjang hidupnya. Kamu harus lebih realistis sebelum berkutat dalam dunia game. Karena dunia sebenarnya sedang kita jalani.

FYI : Jika masih ada pertanyaan terkait tips, game, produk ROG, bisa langsung masuk ke forum ROG Community. Di sana Anda bisa sharing dan konsultasi dengan dengan sesama member sepuasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ready to start your journey?

If there is nothing in a chest, the chest doesn’t mean anything